LITTLE
DETECTIVE
Aku adalah seorang gadis kecil dengan rambut
yang selalu dikepang dua. Oya, aku bersekolah di Young detective's school.
Suatu pagi, aku sedang berjalan jalan bersama
Keyla dan Annisa. Dua orang sohibku. Di depan rumah milik Pak Joko, kami melihat
kerumunan orang orang.
" Love, love, itu ada apa, ya? Kok rame
banget". Tanya Annisa padaku.
" Ya enggak tau lah! Kita lihat aja,
yuk!". Ajakku. Oya, ngomong ngomong, namaku memang Lovely. Lengakapnya,
Flowery Lovely. Aneh, ya?
Akhirnya, kami pun mendekat ke arah kerumunan
tersebut. Tampaklah sesosok tubuh terbaring penuh luka. Ternyata, telah terjadi
pembunuhan. Dan orang yang tewas tersebut adalah Pak Joko. Ha? Pembunuhan?
...
Keesokan harinya, aku, Keyla dan Annis siap menyelidiki kasus pembunuhan
Pak Joko. Kemarin, kami sempat tanya tanya di lokasi. Menurut hasil pertanyaan,
pelaku membunuh pak Joko saat Pak Joko hendak mengambil minum.
Aku, Keyla dan Annis telah siap dengan aneka macam perelngkapan yang
mungkin akan kami perlukan.
" Love, kira kira, apa yang akan kita selidiki nanti?". Tanya
Keyla.
" Ufmm.. Kita akan coba lihat
dulu ke dapur. Ada sisa air atau tidak disitu". Jawabku seraya meneguk
soft drink.
" Terus? Kalau emang ada mau
diapain?". Giliran Annisa yang bertanya. Aku menutup botol minumku
" Udah lah, ikut aja! ". Ucapku.
Akhirnya, kami sampai di Rumah Pak Joko. Rumah itu masih ramai. Seperti kemarin.
Cuma, sekarang hanya warga yang melihat. Tidak ada anggora tim medis Rumah
sakit ataupun polisi. Kami segera masuk ke dapur.
Sesampainya disana, aku berlari menghampiri dispenser. Kulihat, tak ada
bekas air disana. Ataupun darah.
" Lho, kok aneh! ". Gumamku pelan. Aku mulai menerka nerka. Saat
di Rumah, Pak Joko tidak sendirian. Anak semata wayangnya, Rezzie, juga di
Rumah. Namun saat itu, Rezzie sedang mendengarkan earphone di kamar. Sehingga
tidak mendengar apapun. Dan yang satu lagi tentu saja Mbak Ratih. Beliau
mengaku sedang mencuci di kamar mandi yang letaknya agak ke depan. Tidak
mungkin polisi yang membersihkan. Apalagi tim medis!. Sedangkan Kak Rezzie
tidak bisa mengepel. Jikalau bisa pun tidak sebersih ini. Atau mungkin...
" Ya! Pasti Pelaku yang mengepel ini! ". Teriak batinku
bersambung

0 komentar:
Posting Komentar