Senin, 17 Februari 2014



LITTLE DETECTIVE

Aku adalah seorang gadis kecil dengan rambut yang selalu dikepang dua. Oya, aku bersekolah di Young detective's school.

Suatu pagi, aku sedang berjalan jalan bersama Keyla dan Annisa. Dua orang sohibku. Di depan rumah milik Pak Joko, kami melihat kerumunan orang orang.

" Love, love, itu ada apa, ya? Kok rame banget". Tanya Annisa padaku.

" Ya enggak tau lah! Kita lihat aja, yuk!". Ajakku. Oya, ngomong ngomong, namaku memang Lovely. Lengakapnya, Flowery Lovely. Aneh, ya?

Akhirnya, kami pun mendekat ke arah kerumunan tersebut. Tampaklah sesosok tubuh terbaring penuh luka. Ternyata, telah terjadi pembunuhan. Dan orang yang tewas tersebut adalah Pak Joko. Ha? Pembunuhan?
...

Keesokan harinya, aku, Keyla dan Annis siap menyelidiki kasus pembunuhan Pak Joko. Kemarin, kami sempat tanya tanya di lokasi. Menurut hasil pertanyaan, pelaku membunuh pak Joko saat Pak Joko hendak mengambil minum.

Aku, Keyla dan Annis telah siap dengan aneka macam perelngkapan yang mungkin akan kami perlukan.

" Love, kira kira, apa yang akan kita selidiki nanti?". Tanya Keyla.

 " Ufmm.. Kita akan coba lihat dulu ke dapur. Ada sisa air atau tidak disitu". Jawabku seraya meneguk soft drink.

 " Terus? Kalau emang ada mau diapain?". Giliran Annisa yang bertanya. Aku menutup botol minumku

" Udah lah, ikut aja! ". Ucapku.

Akhirnya, kami sampai di Rumah Pak Joko. Rumah itu masih ramai. Seperti kemarin. Cuma, sekarang hanya warga yang melihat. Tidak ada anggora tim medis Rumah sakit ataupun polisi. Kami segera masuk ke dapur.

Sesampainya disana, aku berlari menghampiri dispenser. Kulihat, tak ada bekas air disana. Ataupun darah.

" Lho, kok aneh! ". Gumamku pelan. Aku mulai menerka nerka. Saat di Rumah, Pak Joko tidak sendirian. Anak semata wayangnya, Rezzie, juga di Rumah. Namun saat itu, Rezzie sedang mendengarkan earphone di kamar. Sehingga tidak mendengar apapun. Dan yang satu lagi tentu saja Mbak Ratih. Beliau mengaku sedang mencuci di kamar mandi yang letaknya agak ke depan. Tidak mungkin polisi yang membersihkan. Apalagi tim medis!. Sedangkan Kak Rezzie tidak bisa mengepel. Jikalau bisa pun tidak sebersih ini. Atau mungkin...

" Ya! Pasti Pelaku yang mengepel ini! ". Teriak batinku

bersambung

 

Copyright © 2008 Green Scrapbook Diary Designed by SimplyWP | Made free by Scrapbooking Software | Bloggerized by Ipiet Notez